oleh

PkM UMI Gelar Pelatihan Perikanan Bagan Tancap di Pulau Salemo

PANGKEP, LINES.id – Pengabdian pada masyarakat (PkM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui Lembaga pengabdian pada masyarakat telah dilaksanakan oleh Dr Ir Hasrun MSi dan Dr Ir Kasmawati MSi didampingi alumni/mahasiswa.

Kegiatan dilaksanaan pada tanggal 13 Agustus-15 Agustus 2020 pada kelompok Budidaya “Ikan Kerapu” Pulau Salemo. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah metode pelatihan partisipatif, yaitu melibatkan sebanyak mungkin peran serta mitra dalam kegiatan ceramah, diskusi, praktik dan pendampingan dalam rancang bangun alat tangkap bagan tancap mini.

Pulau Salemo

Secara geografis pulau Salemo merupakan daerah pesisir yang berada pada posisi 04°42’28.8” LS dan 119°26’56.4 BT. Dengan batas-batas administrasi; sebelah utara berbatasan dengan Selat Makassar, sebelah timur berbatasan dengan pesisir pangkep, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Mattiro Kanja, dan sebelah barat berbatasan dengan Mattiro Walie.

Berdasarkan BPS tahun 2015 luas wilayah Desa Mattiro Bombang2.200 Ha, 6.71 Ha. Penduduk Pulau Salemo sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan tangkap tradisional yang masih menggunakan alat tangkap jaring sederhana seperti Rakkang, Bubu, Jaring Arad dan Jaring Tiga Lapis.

Pulau Salemo

Perikanan bagan tancap

Perikanan bagan tancap merupakan suatu alat tangkap tradisional yang keberadaannya di Sulawesi Selatan masih dipertahankan oleh masyarakat nelayan yang hidup di sekitar pantai Sulawesi Selatan.

Perikanan bagan tancap mempunyai beberapa kelebihan yaitu; secara teknis mudah dilakukan, investasinya terjangkau oleh masyarakat, merupakan perikanan rakyat yang telah digunakan oleh masyarakat di wilayah pesisir dan sekitar pulau-pulau kecil secara turun-temurun, hasil tangkapannya selalu ada walaupun terkadang jumlahnya sedikit, menyerap tenaga kerja keluarga dan teknologinya sangat sederhana.

Pulau Salemo

Berdasarkan nilai ekonomis dan tingkat pemanfaatan ikan hasil tangkapan bagan tancap, maka hasil tangkapan dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) kategori. Yaitu hasil tangkapan ekonomis (utama), hasil tangkapan kurang ekonomis (tangkapan sampingan) dan hasil tangkapan tidak ekonomis.

Ikan tangkapan kurang ekonomis atau istilah lain tangkapan sampingan (by-catch) adalah jenis ikan-ikan tidak diinginkan yang tertangkap secara tidak sengaja karena keterbatasan alat tangkap untuk memilih tangkapan.

Pulau Salemo

Tangkapan tidak ekonomis atau istilah lain adalah tangkapan buangan (discard), adalah ikan yang tidak dikonsumsi sehingga dibuang kembali ke laut (Iskandar, 2011) dan hasil tangkapan buangan ini yang akan dimanfaatkan nelayan sebagai pakan ikan keparu.

Hasil dari Program Kemitraan Masyarakat melalui kegiatan penyuluhan/pelatihan dan pendampingan ini adalah terjadinya peningkatan, pemahaman, pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok mitra.

Pulau Salemo

Tujuannya untuk dapat membuat dan merancang cara merancang alat tangkap bagan tancap mini; dapat mengoperasikan alat tangkap bagan tancap mini pada daerah pesisir pantai; mitra mampu mengetahui jenis-jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis penting dan hasil tangkapan buangan.

Komentar

News Feed