oleh

Anggota DKPP Ajak Media Massa Awasi Fenomena Kampanye Malam Hari

MAKASSAR, LINES.id – Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Didik Supriyanto SIP MIP mendorong media massa untuk lebih serius mengingatkan penyelenggara pemilu melakukan pengawasan kampanye pada malam hari.

Kampanye malam hari yang dilakukan pasangan calon atau tim sukses semakin banyak ditemui jelang hari pencoblosan Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember mendatang. Kampanye ini menyasar kelompok-kelompok tertentu seperti majelis taklim atau pengajian.

Hal itu disampaikan Didik Supriyanto dalam kegiatan ‘Ngetren Media: Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dengan Media’ yang dilaksanakan di Hotel Four Point Makassar, pada Senin (16/11/2020) malam.

“DKPP mencoba mendorong kawan-kawan media ikut menyuarakan masalah ini. Mengingatkan KPU dan Bawaslu lebih berhati-hati dan serius mengurusi kemungkinan terjadinya perkumpulan malam hari tanpa mengabaikan protokol kesehatan,” ungkap Didik.

Baca juga: LDII Sulsel Sosialisasikan Instruksi DPP Terkait Pilkada Serentak Tahun 2020

Baca juga: KPU Sosialisasi Pemilu, LDII Jember Siap Sukseskan Pilkada

 

Kampanye malam hari, dilakukan pasangan calon dan tim sukses karena ruang gerak mendekati dan merebut suara pemilih dibatasi oleh pandemi Covid-19 dan kewajiban untuk mematuhi protokol kesehatan.

Mantan Sekjen Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini menambahkan kampanye door to door yang selama ini banyak disuarakan pasangan calon, tim sukses, penyelenggara, maupun pegiat pemilu bukan perkara yang mudah dilakukan.

“Kampanye door to door ini pekerjaan berat, kalau cuma ngomong enak aja sih. Bayangkan kalau satu daerah ada 600 sampai 1.000 rumah, itu pekerjaan akan sangat lama sekali,” lanjut Didik.

Tidak Ada Pengawasan Malam Hari

Maraknya kampanye malam hari, lanjut Didik, karena tidak ada pengawasan. Pihak berwenang, baik itu Bawaslu maupun kepolisian intensif melakukan pengawasan hanya pada siang hari.

Baca juga: Ombudsman Sulbar Sangat Berkepentingan Lahirnya Pemimpin Cerdas di Pilkada 2020

Baca juga: Sambut Pilkada Serentak, LDII Tegaskan Netral Aktif

 

“Ini adalah tanggung jawab kita semua, termasuk media untuk menyuarakan fenomena ini terus menerus. Karena jumlah pengawas pemilu sangat terbatas, polisi pun terbatas,” lanjut Didik.

Dalam forum ini, Didik kembali mengingatkan KPU dan Bawaslu untuk menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Terutama saat hari pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“KPU dan Bawaslu terus kita ingatkan agar protokoler tetap dijaga. Dan aturan pada saat pemilihan di TPS nanti sudah ada yakni per TPS maksimal pemilih 500 orang dan seluruh petugas TPS menggunakan Alat Pelindung Diri (APD),” pungkasnya.

Sebagai informasi, pemateri lain dalam kegiatan ini adalah Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Sulawesi Selatan Prof Dr Ma’ruf Hafidz dan praktisi media Sulawesi Selatan Arsyad Hakim. Ngetren Media ini dimoderatori oleh Kasubbag Pengelelolaan TI DKPP, Sahat Erwin.

Komentar

News Feed