oleh

Dampak Libur, Rupiah Dolar Bernasib Baik

JAKARTA, LINES.id – Kasus Covid-19 di Eropa mengakibatkan mata uang asing mengalami tekanan pada perdagangan hari ini. Ini menjadi sentimen negatif yang datang dari eksternal untuk rupiah yang termasuk soft currency.

Beberapa mata uang Asia lain yang pasarnya buka hari ini juga mengalami depresiasi. Namun pada perdagangan hari ini, Kamis (29/10/2020), pasar keuangan domestik libur memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, jika hari ini tidak libur, kemungkinan besar rupiah bakal keok dilibas oleh dolar AS.

Pada perdagangan pasar spot Rabu (28/10/2020), rupiah ditutup menguat 0,07% ke Rp 14.620/US$. Memasuki bulan Oktober kinerja rupiah cenderung membaik. Mata uang Tanah Air cenderung terapresiasi terhadap greenback.

Pada awal bulan ini, untuk US$ 1 masih dihargai di Rp 14.820. Artinya dalam kurun waktu sebulan terakhir dolar AS cenderung melemah terhadap rupiah. Di saat yang sama, posisi dolar AS juga anjlok terhadap mata uang lain.




Baca juga: Diramal Anjlok Lagi, Emas Drop di Bawah US$ 1.900/oz

Baca juga: Pemerintah akan Rombak Program Dana Pensiun PNS

 

Dilansir CNBCIndonesia, pelemahan dolar AS tercermin dari penurunan tajam indeks dolar. Tepat pada 1 Oktober 2020, indeks dolar berada di posisi 93,711 dan sempat menyentuh ke level 92,611 pada 21 Oktober lalu.

Pelemahan dolar AS tak bisa dilepaskan dari sempat merebaknya optimisme bahwa AS akan kembali memberikan stimulus fiskal besar-besaran yang membuat pasokan uang beredar menjadi berlimpah.

Namun nyatanya negosiasi soal besaran stimulus tersebut mandek akibat perbedaan pandangan antara pemangku kebijakan yakni pemerintah (Donald Trump) dengan Partai Demokrat yang menguasai DPR serta Partai Republik yang menguasai senat.

Penguatan rupiah juga didukung dengan adanya aliran modal masuk (inflow) terutama ke pasar Surat Berharga Negara (SBN). Bank Indonesia (BI) mencatat berdasarkan data transaksi 19-22 Oktober 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp4,04 triliun, dengan beli neto di pasar SBN sebesar Rp4,98 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp0,94 triliun.

Namun risiko depresiasi…

Komentar

News Feed