oleh

Petani di Ngawi Raup Keuntungan dari Tanaman Bunga Telang

NGAWI, LINES.id – “Selama pandemi ini saya memanen hampir 10 kg bunga kering. Awalnya, saat lockdown, saya tidak bisa menjualnya. Pada waktu agak longgar, saya dapat menjualnya sekitar Rp 200.000,” ucap Sarsam Wahyudi.

Hasilnya, lanjut Sarsam, bisa digunakan untuk mengeramik lantai rumah (sambil menunjuk lantai rumahnya yang baru). Ia adalah salah satu anggota Kelompok Tani Citrun Jaya yang memproduksi bunga telang kering di Desa Jaten, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi.

Bunga Telang
Bunga telang (Clitoria ternatea) yang sedang dikeringkan oleh Sarsam Wahyudi, anggota Kelompok Tani Citrun Jaya, Desa Jaten, Kecamatan Jogorogo, Ngawi

Bibit unggul ia dapatkan dari Tim Teknologi Tepat Guna (TTG) Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan menerapkan teknologi vertikultur dan mahkota bertumpuk. Hal ini membuatnya bangga dan senang dengan menanam bunga telang. Kini, ia menatap masa depan dengan sangat optimis.

Tim TTG UGM Kembangkan Bunga Telang

Upaya mendorong pengembangan bunga telang mengantarkan Tim TTG UGM meraih pemenang hibah TTG Direktorat Pengabdian UGM di Desa Jaten, Kecamatan Jogorogo, Ngawi. Tim TTG UGM tersebut terdiri dari Atus Syahbudin SHut MAgr PhD (Fak. Kehutanan), Nasih Widya Yuwono SP MP dan Zulfa Parulian Alzuhdy (Fak. Pertanian), serta Ridla Arifriana SHut MSc (Sekolah Vokasi).




Baca juga: Kisah Perjuangan Riyan Dosen UGM, Pernah Berprofesi sebagai Drivel Ojol

Baca juga: Tanpa Terjun Lapangan, Pelaksanaan KKN Daring UGM Mampu Selesaikan 94 Program KKN di Ngawi

 

Peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan merupakan tantangan bagi upaya pelestarian ekosistem hutan Gunung Lawu. Menemukenali dan mengembangkan potensi masyarakat setempat perlu diupayakan, seperti hasil kerajinan tangan, olahan pertanian dan perikanan, hingga inisiasi obyek wisata alam baru dan homestay.

Atus selaku ketua tim TTG UGM mengharapkan bahwa seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, maka tingkat ketergantungannya terhadap hutan sebagai sumber pangan dan kayu bakar dapat menurun drastis. Secara alami hutan pegunungan akan memulihkan ekosistemnya sebagai sumber air, udara sejuk, lanskap, dan pelestarian flora dan fauna.

“Sejak 2014 berbagai solusi kegiatan ekonomi bagi masyarakat di sekitar hutan Gunung Lawu telah diinisiasi. Saat masyarakat mulai menerima uang dari alternatif penghasilan tersebut seperti pembayaran homestay, uang parkir obyek wisata alam atau penjualan bunga telang, kami berharap masyarakat pun tidak lagi mengganggu hutan. Bahkan mereka dengan senang hati turut menjaga dan melindunginya karena berkait erat dengan sumber uang mereka,” harap Atus.

Pengembangan bunga telang…

Komentar

News Feed