oleh

Dua Guru Besar Pasangan Suami Istri Dikukuhkan Rektor UMI

MAKASSAR, LINES.id – Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Dr H Basri Modding mengukuhkan lagi dua Guru Besar UMI, Sabtu (17/10/2020) di Auditorium Al-Jibra kampus II UMI.

Menariknya, kedua Guru Besar yang dikukuhkan tersebut merupakan pasangan suami istri, yakni Prof Dr H Baso Amang SE MS dan Prof Dr Hj Mulyati Pawennei SH MH.

Prof Baso Amang, dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap di UMI dalam bidang Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan istrinya Prof Dr Hj Mulyati Pawennei dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Hukum.

UMI penyumbang guru besar terbanyak

Rektor UMI saat sambutan pengukuhan menandaskan, bertambahnya jumlah Guru Besar cerminan pelaksanaan sinergitas tri dharma perguruan tinggi serta menunjukkan jaminan mutu dan eksistensi UMI semakin maju.

“Pengembangan dan kemajuan UMI secara simultan dan semakin mengokohkan perannya sebagai PTS terbesar dan terbaik di Indonesia Timur,” ujarnya.




Baca juga: Fakultas Farmasi UMI Gelar Yudisium Prodi Apoteker Angkatan ke VII

Baca juga: Prof Masriadi, Guru Besar Termuda UMI Resmi Dikukuhkan

 

Menurut Rektor, UMI merupakan perguruan tinggi swasta pertama terakreditasi institusi A di luar Pulau Jawa dan kini menempati peringkat 64 se-Indonesia. Selain itu juga sebagai penyumbang guru besar terbanyak di luar Jawa.

“Semoga dikukuhkannya sebagai Guru Besar akan semakin meningkatkan peran dan fungsi UMI dalam pengkhidmatan kepada agama, bangsa dan negara,” harap Basri Modding.

UMI sebagai bagian dari pendidikan tinggi di Indonesia harus bisa menjawab problem sosial yang dewasa ini terus berkembang. Tentu ke depan tantangan perguruan tinggi akan semakin kuat.

Sehingga bertambahnya guru besar dalam kerangka pengembangan tri dharma perguruan tinggi dalam melahirkan SDM yang berilmu amaliah, beramal ilmiah dan berakhlakul karimah, berdaya saing tinggi dengan kompetensi kecerdasan akademik dan karakter.

“Akan terus dipacu dengan komitmen dan bersama-sama bekerja keras dan terus berinovasi dengan kemampuan yang ada untuk mewujudkan perubahan dan kemajuan UMI di tahun 2020 sebagai Tahun Inovasi, Tahun Pencapaian dan Tahun Kemuliaan bagi UMI,” tegas rektor.




Baca juga: KPI FAI UMI Raih Akreditasi ‘B’

Baca juga: Dosen Fakultas Sastra UMI Raih Gelar Doktor di UNM

 

Sumberdaya manusia adalah aset vital perusahaan

Sebelumnya, Prof Baso Amang saat orasi ilmiah pengukuhannya mengatakan, setiap manajemen perusahaan dalam memberdayakan karyawannya senantiasa dituntut agar tidak berlaku diskriminatif.

“Perlakuan tidak adil kepada karyawan akan berpengaruh pada motivasi dan kinerja karyawan. Akibatnya, kelangsungan hidup perusahaan terancam dan sulit berkembang,” paparnya.

Menurutnya, sumberdaya manusia adalah aset vital dalam perusahaan, karena manusia berperan sebagai subyek dan sekaligus sebagai obyek perusahaan. Semua perusahaan pasti menginginkan semua karyawannya dapat berkontribusi secara maksimal kepada perkembangan perusahaan.

“Sekali saja manajemen sumberdaya manusianya terganggu, maka akan menimbulkan masalah bagi perusahaan,” tuturnya.




Baca juga: FKG UMI Sosialisasi Kesehatan Gigi dan Bagi Sembako di Panti Asuhan

Baca juga: Inovasi Desa, Strategi UMI Sambut Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka

 

KDRT meningkat

Sementara itu, Prof Dr Hj Mulyati Pawennei saat orasi ilmiah menjelaskan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), merupakan perbuatan yang sudah lama berlangsung, bahkan sejak manusia berinteraksi satu dengan lainnya dalam suatu komunitas kecil yang bernama rumah tangga.

“Kasus KDRT yang seharusnya berkurang seiring meningkatnya tingkat pendidikan, pendapatan dan kesadaran hukum masyarakat malah terus meningkat,” jelasnya.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi kejadian baik dari sisi pelaku maupun korban tetapi tak kunjung membuahkan hasil. Malah di tengah Pandemi Covid-19 yang seharusnya keluarga semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan harmonisasi keluarga terjaga, justru tak membuat pelaku sadar diri untuk tidak melakukan KDRT.

Komentar

News Feed