oleh

Pj Ketua Umum Tegaskan LDII Netral Aktif di Pilkada Wonogiri

WONOGIRI, LINES.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Wonogiri menggelar sarasehan dan pembekalan organisasi, Rabu (14/10/2020). Acara ini dihelat untuk memberi satu pemahaman kepada pengurus organisasi, bahwa terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada), LDII netral aktif.

“Acara ini diikuti sekitar 1.000 orang yang tersebar pada 29 studio di 23 Pengurus Cabang (PC). Sementara di studio utama di Pesanteran Al Barru diisi 50 orang yang terdiri dari dewan penasihat, para ulama, dan pengurus DPD LDII Wonogri,” ujar Sekretaris DPD LDII Joko Rahmanto.

Acara tersebut menghadirkan Pj Ketua Umum DPP LDII Ir KH Chriswanto Santoso MSc dan Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Singgih Tri Sulistiyono yang juga Guru Besar Sejarah Universitas Diponegoro.

Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Singgih Tri Sulistiyono mengatakan LDII di Wonogiri telah menjadi salah satu ormas terbesar selain Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.




Baca juga: Muswil LDII Bengkulu, Pj Ketum Minta Tingkatkan Kontribusi untuk Cegah Dampak Wabah

Baca juga: Safari Salat Jumat, Kapolsek Palu Selatan Ajak Warga LDII Tidak Terprovokasi Demo

 

NKRI Nasionalis Religius

“LDII telah menjadi bagian dari Islam arus utama di Wonogiri. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya 15 warga LDII yang dikukuhkan sebagai pengurus MUI Kabupaten Wonogiri pada 16 September 2020,” ujar Singgih. Jumlah itu mewakili 30 persen dari seluruh anggota MUI Kabupaten Wonogiri.

Menurut Singgih, dengan menjadi bagian MUI, LDII dapat meneruskan platform organisasi. Untuk memperjuangkan NKRI yang nasionalis religius. “Negara yang nasionalis religius menjadi komitmen berdirinya Indonesia. Dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, yang memungkinkan umat Islam bisa melaksanakan kebebasan beribadah demikian pula dengan agama lainnya,” ujar Singgih.

Singgih mengingatkan, dengan diakuinya eksistensi LDII sebagai bagian Islam arus utama, harus diakui perubahan sikap, “LDII kini dianggap menjadi mitra, dalam membangun karakter bangsa yang nasionalis religius,” imbuh Singgih.

Singgih berharap, pengurus LDII yang juga menjadi pengurus MUI mampu membumikan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Hikmah Alquran dan Alhadits, menurut Singgih, tak hanya dirasakan warga LDII namun juga seluruh masyarakat Wonogiri.




Baca juga: Kakanwil Kemenang Sultra Siap Hadir Pada Muswil LDII Sultra

Baca juga: Pj Ketum LDII Bicara Posisi Strategis Ormas Islam dalam Kontribusi Membangun Bangsa

 

“Pengurus LDII yang jadi bagian MUI di Kabupaten Wonogiri harus bisa menjadi pengayom dan penyejuk. Mereka harus menjadi solusi atas kegelisahan warga dalam menghadapi permasalahan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu Chriswanto Santoso menegaskan dalam Pilkada, LDII menganut sikap politik netral dan aktif, “Termasuk di Wonogiri. Kami menegaskan secara lembaga LDII tidak berafiliasi atau mendukung partai politik tertentu,” ujar Chriswanto Santoso. Sikap aktif, menurut Chriswanto, warga LDII didorong menyalurkan aspirasi politiknya. Mereka dilarang tidak memilih/golongan putih (golput) dan turut menyukseskan Pilkada.

Chriswanto mengingatkan, Pilkada Wonogiri merupakan proses demokrasi, untuk menghasilkan pemimpin yang langsung dipilih oleh rakyat. Mereka yang terpilih, akan menjalankan program kerjanya selama lima tahun, “Warga LDII saya harapkan dapat memilih kepala daerah yang berintegritas untuk melaksanakan program kerjanya untuk memajukan Wonogiri,” pungkasnya.

Komentar

News Feed