oleh

Waspada! Fenomena La Nina Mulai Masuk ke DIY

YOGYAKARTA, LINES.id – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalamai fenomena La Nina dari skala lemah sampai sedang.

Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG) Yogyakarta, Reni Kraningtyas, memaparkan dampak La Nina yang akan masuk ke DIY seiring dengan musim hujan saat melakukan audiensi dengan Bupati Sleman Sri Purnomo, Rabu (14/10/2020).

Menurut Reni, La Nina yang berdampak terhadap penambahan intensitas curah hujan secara otomatis berpotensi menimbulkan bencana hidrometerologi. Potensi bencana yang dimaksud meliputi, angina kencang, banjir, dan tanah longsor.

“Musim hujan yang saat ini mulai berlangsung ditambah fenomena La Nina akan menambah intensitas curah hujan hingga 40 persen,” ujar Reni.




Baca juga: Iklim La Nina Berkembang, Pemprov DKI Jakarta Waspada Banjir

Baca juga: Antisipasi Banjir, Jakarta Timur Butuh 900.000 Sumur Resapan

 

Ia juga memprediksi awal musim hujan di DIY terjadi di wilayah Kabupaten Sleman bagian barat dan utara serta Kabupaten Kulon Progo bagian utara.

Di wilayah itu, musim hujan diprediksi mulai Oktober dasarian II sampai III. Sementara, wilayah Gunungkidul menjadi daerah terakhir di DIY yang memasuki musim hujan, yakni pada November dasarian I.

Reni meminta pemerintah daerah dapat mengantisipasi potensi bencana yang akan terjadi.

Langkah Bupati Sleman

Dilansir Kompas TV, Bupati Sleman Sri Purnomo, mengaku telah berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengantisipasi dampak La Nina.




Baca juga: Mendagri Apresiasi Gubernur Sumut Tangani Demo UU Cipta Kerja

Baca juga: HUT ke-75, RSUD dr Soetomo Pemprov Jatim Raih Penghargaan Tingkat Nasional

 

Ia sudah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Permukiman (DPUPKP) untuk memastikan saluran air ke embung yang ada di Sleman berfungsi dengan baik sehingg bisa menampung air dalam jumlah besar saat hujan.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman juga diminta untuk menginventarisasi pohon-pohon rawan tumbang untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami juga berkoordinasi dengan BMKG untuk memberikan informasi wilayah potensi longsor pada Pusdalop BPBD Kabupaten Sleman untuk melakukan langkah antisipasi meminimalikan kerugian akibat dampak La Nina,” ucap Sri Purnomo.

Komentar

News Feed