oleh

Dampak Sakti UU Cipta Kerja, Saham Konstruksi Mulai Diborong Asing

JAKARTA, LINES.id – Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja selain kontroversial, memang terbukti sakti. Hal ini terbukti dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum pernah merah semenjak ditandatanganinya Undang-undang yang memicu penolakan oleh berbagai elemen masyarakat seperti buruh dan mahasiswa.

UU ini masih kontroversial yang memicu gelombang demonstrasi buruh dan mahasiswa. Namun bagi para investor kehadiran UU ini dinilai akan membawa dampak positif. Tercatat sejak ditanda-tangani pada Senin (5/10/20) IHSG sudah menghijau tujuh hari berturut-turut dengan total kenaikan 4,18%.

Kenaikan IHSG sendiri selain disokong oleh Omnibus Law memang juga dibantu oleh sentimen global dan lokal yang sedang baik seperti Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, untuk memperlonggar PSBB di ibu kota sehingga bursa acuan Tanah Air sukses melesat kencang.

Meskipun secara umum Omnibus Law akan membawa dampak positif bagi pasar modal, tentunya ada beberapa sektor yang mendapat keuntungan lebih sehingga sahamnya melesat tinggi pasca diketoknya palu Undang-undang Omnibus Law yang kontroversial ini.




Baca juga: BNI Syariah, BRI Syariah dan Mandiri Syariah Resmi Jalani Merger

Baca juga: Donald Trump Positif Covid-19, Bagaimana Nasib Perekonomian Indonesia?

 

BUMN Karya

Salah satu sektor tersebut adalah sektor konstruksi terutama BUMN karya yang sahamnya berhasil melesat semenjak diketoknya palu pengesahan UU Cipta Kerja.

Kenaikan saham-saham konstruksi Pelat Merah ini tak lain dan tak bukan karena mendapatkan sentimen positif dari Undang-Undang Sapu Jagat yang dinilai akan membereskan aturan yang tumpang tindih, memperlonggar aturan ketenagakerjaan, dan menarik masuk investasi ke dalam negeri.

Dengan diberlakukannya Omnibus Law ini tentu membawa sentimen positif bagi perekonomian secara umum dan pasar modal secara khusus dalam jangka panjang. Karena aturan ini akan membereskan ketidakjelasan aturan sebelumnya yang tumpang tindih dan akan menarik investasi asing di sektor riil alias Foreign Direct Investment (FDI) sehingga tentunya emiten konstruksi juga pastinya berpotensi dilibatkan dan berpeluang ambil bagian dalam tender proyek pembangunan.

Selanjutnya sektor konstruksi juga diuntungkan karena memperkerjakan banyak buruh konstruksi, sehingga dengan dilonggarkanya aturan buruh praktis emiten-emiten konstruksi tambah senang.

Berikut inflow asing dan gerak saham…

Komentar

News Feed