oleh

Pra Muswil VIII, LDII Jabar Gelar FGD Pendidikan Pasca Pandemi Covid-19

CIMAHI, LINES.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jawa Barat akan menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII pada akhir Desember 2020. Pra Muswil, DPW LDII Jawa Barat melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di bidang pendidikan dengan tema “Pendidikan Pasca Pandemi Covid-19 untuk Jawa Barat Cerdas”. FGD diikuti sebanyak 600 orang pengurus DPD LDII seluruh Jawa Barat (Jabar) melalui daring di GSG Baitul Mustajab, Minggu (27/9/2020).

Dalam pelaksanaan FGD Pendidikan ini, LDII Jabar mengundang empat narasumber, yakni Prof Dr Cecep Darmawan SPd SH MH Msi Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr Ija Suntana MAg Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Drs H Rafani Akhyar MSi Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, dan Dr H Iskandar Siregar MSi Ketua DPP LDII.

Ketua DPW LDII Provinsi Jabar, Drs H Bahrudin MM dalam sambutannya mengatakan, LDII berharap dari pelaksanaan FGD yang merupakan rangkaian Pra Muswil VIII DPW LDII Provinsi Jabar 2020, dapat menginspirasi dan memberi penguatan penyusunan Program Kerja (Proker) LDII Jabar 2020-2025. Proker yang disusun merupakan bentuk sumbangsih LDII kepada Pemprov Jabar dalam pembangunan di Jabar.




Baca juga: Abaikan Sosial Ekonomi, Efek Covid-19 Kian Berbahaya, Ini Solusi LDII

Baca juga: LDII Mimika Ikuti Webinar Entrepreneurship dan Digital Marketing bersama DPP LDII

 

“Proker itu sesuai dengan tema Muswil VIII, yaitu “Kontribusi Berkelanjutan LDII untuk Jawa Barat Juara Lahir Batin”, yang merupakan kontribusi LDII untuk mendukung visi misi Pemprov Jabar yaitu “Jawa Barat Juara Lahir Batin Melalui Inovasi dan Kolaborasi”. Mudah-mudahan dalam pelaksanaannya Allah memberi ilham yang baik, memberi kelancaran, kemudahan, keamanan, keselamatan, dan kebarokahan,” kata Bahrudin.

Kondusifitas pendidikan harus berjalan
LDII Jabar
FGD DPW LDII Jabar yang hadir secara offline di GSG Baitul Mustajab, Minggu (27/9/2020).

Sementara itu, Prof Dr Cecep Darmawan SPd SH MH Msi Guru Besar UPI dalam pemaparannya mengatakan, dampak terjadinya wabah Covid-19 sangat luas. Semua sektor mengalami pelemahan, termasuk bidang pendidikan.

Kondisi pendidikan saat ini, urai Cecep, mengalami distruksi dengan adanya kebiasaan-kebiasaan baru yang sebelumnya tidak pernah diprediksi. Bahkan kondisi ini menjadi anomali ketika kehidupan pendidikan berubah dari sisi regulasi, kebijakan, dan culture. “Terpenting adalah kesiapan masyarakat khususnya orang tua untuk tetap menjaga kondisi anak agar tetap belajar. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, hampir seluruh negara di dunia juga mengalami hal yang sama,” paparnya.




Baca juga: Gelar Rakor Strategis Pimpinan Daerah, Gubernur Undang LDII dan Ormas Sulawesi Barat

Baca juga: Kanit Binmas Polres Bantul Hadiri Salat Jumat Bersama Warga LDII

 

Menurutnya, keberpihakan pemerintah, sektor swasta serta stakeholder yang lain pada dunia pendidikan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini tidak hanya persoalan kesehatan dan ekonomi, namun juga pendidikan. “Dengan pendidikan lah orang bisa melakukan live skill –keterampilan hidup, termasuk bagaimana mengatasi masalah pandemi ini,” jelas Cecep.

Senada dengan itu, Dr Ija Suntana MAg mengatakan, apapun kondisinya, pendidikan harus berjalan. Semua pihak harus bersinergi untuk menciptakan pendidikan tetap kondusif walaupun hasilnya tidak sebaik pada masa normal. “Cara bersinergi ini harus ada yang menginisiasi, dimana pemerintah, pelaku usaha dan pengusaha harus duduk bersama untuk merumuskan pendidikan dalam masa pandemi ini,” pungkasnya.

Pelaksanaan FGD Pendidikan LDII Jabar ini juga diikuti oleh jajaran pengurus DPD LDII Kota Cimahi, di GSG Baitul Izzah, Kota Cimahi. Tampak hadir Dewan Penasihat Ir H Amir Yazid MM dan Angka DH BA, Ketua Ir Dwi Hartono, Wakil Ketua H Anda Lusia dan Fauzan Hadi SSi ME, Sekretaris Fadel Abrori SPi MH, dan Bendahara H Sugiarto SH. Selain itu dihadiri para Ketua Bidang DPD LDII Kota Cimahi. (Fadel/LINES)

Komentar

News Feed