oleh

International Conference ke-2 UMI Diikuti 13 Negara, Angkat ‘Halal Issue, Policy, and Sustainability’

MAKASSAR, LINES.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar International Conference yang rangkaiannya akan berlangsung pada 27-29 November 2020 mendatang.

Kegiatan yang diikuti oleh peserta dan pembicara dari 13 negara ini telah resmi dilaunching secara virtual oleh Rektor UMI Prof Dr H Basri Modding SE MSi di Menara UMI, Jalan Urip Sumoahrdjo, Makassar, Senin (28/9/2020).

Prof Basri Modding menyebutkan, pihaknya selalu memberikan dorongan agar target UMI bisa tercapai demi kemajuan menuju World Class University.

“Konfrensi ini menjadi platform bagi peneliti, khususnya dosen UMI tentunya dengan disiplin ilmu masing-masing dan memperesentasikan penelitian yang kita harapkan lahir pemikiran yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Prof Basri Modding.




Baca juga: Pencerahan Qalbu Mahasiswa Tahun 2020, Rektor UMI Bicara Soal Cita-cita Ulul Albab

Baca juga: Wakil Rektor I UMI Hadiri Milad PATSI ke 4

 

“Tahun ini kita canangkan sebagai tahun inovasi dan prakondisi meunuju target pencapaiaan kita yang dimulai dari tahun 2020,” sambung Prof Basri Modding.

Output dan outcome International Conference

Dalam laporannya, Chairman Organizing (Ketua Panitia) Prof Dr Ir Hattah Fattah mengatakan, kegiatan international conference yang merupakan kali ke dua ini menghelat empat program utama.

“Keempat program itu adalah conference, young schoolar panel, workshop, dan international research collaboration,” ungkap Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ini.




Baca juga: WR III UMI Hadiri Forum Koordinasi Kemenko Polhukam RI

Baca juga: Sambut Maba, FH UMI Hadirkan Anggota DPR RI Hingga Hakim MA dalam Kuliah Umum

 

Prof Hattah Fattah menjelaskan, conference ini juga mengangkat 13 topik yang merupakan manifestasi dari tema besar kegiatan yakni ‘Halal Issue, Policy, and Sustainability’.

Dari kegiatan ini pula, kata Prof Hattah, ditargetkan akan mampu menerbitkan minimal 130 paper karya lmiah prociding yang terindeks Scopus.

“Output dan outcome dari kegiatan ini dimaksudkan untuk mengadaptasi sejumlah regulasi pemerintah di antaranya adalah implementasi kampus merdeka dan merdeka belajar, klasterisasi perguruan tinggi, ketercukupan instrumen yang diperlukan antara akreditasi A menjadi unggul dan seterusnya. Serta mengantisipasi tantangan perguruan tinggi,” bebernya.

Komentar

News Feed