oleh

Bangun Karakter Profesional Religius, LDII Luncurkan Platform pondokkarakter.com

SAMARINDA, LINES.id – Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) melalui tim Educational Clearing House (ECH) meluncurkan platform e-learning website pendidikan “Pondok Karakter” secara daring, Selasa (22/9/2020) malam.

Peluncuran pondokkarakter.com ini dilaksanakan daring menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Diikuti 65 Lembaga Pendidikan di lingkungan LDII di seluruh Indonesia. Yaitu wilayah Jabodetabek sebanyak 24 sekolah, Jawa Barat 10 sekolah, Jawa Tengah 6 sekolah, Jawa timur 10 sekolah, Kalimantan 4 sekolah, Sulawesi 1 sekolah, Sumatera 10 sekolah.

Menurut tim ECH, Pondok Karakter merupakan platform berisi pelatihan pengembangan karakter dan membantu program kerja DPP LDII mengembangkan masyarakat profesional religius. Platform edukasi ini dikelola oleh 263 tenaga pendidik dan Penggerak Pembina Generus (PPG).

Menurut Ketua PUP Dr H Sarji SH MPd, Pondok Karakter fokus terhadap cara membangun karakter. “Ini adalah landasan utama bagi para pengajar, pendidik, khususnya yang membuat platform ini,” katanya.




Baca juga: Ketua Umum MUI Kabupaten Sleman Terima Silaturahmi LDII Sleman

Baca juga: Ketua Komisi Fatwa MUI Gunungkidul Apresiasi Pengajian Daring LDII di Masa Pandemi

 

Ketua DPP LDII yang membawahi Bidang PUP Dr Drs H Basseng MEd menjelaskan bahwa Pondok Karakter ini merupakan platform e-learning yang ditujukan pada satuan pendidikan di lingkungan LDII.

“Landasan hukumnya memiliki tiga tahapan yang sudah dilalui. terminologi profesional religius untuk pengembangan SDM yang diperkenalkan pada 2011 di Munas LDII Surabaya. Target profesional religius itu sendiri dan penekanan pada dimensi digital sebagai adaptasi terhadap industri 4.0 yang pada lokakarya nasional lalu sudah dijelaskan,” papar Dr Basseng. Menurutnya, pondok karakter ini mengawinkan digital dengan substansi profesional religius.

Bagaimana Membangun Karakter?

Generasi penerus atau disingkat generus, diawali dari usia dini hingga usia nikah. Ada institusi yang secara internal diberi amanah untuk membina generus yakni PPG. Ketika generus ini berada dalam satuan sekolah di lingkungan LDII, perlu sarana pembinaan karakter.

Pembinaan karakter yang dimaksud berada di lembaga pendidikan yang bernaung di bawah LDII, dalam bentuk boarding school, Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM), Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM), dan sekolah. “Ketika karakter sudah terbangun, ilmu yang ada bisa diterima,” ucap H Basseng.




Baca juga: Pemerintah Gandeng Ormas Islam Cegah Covid-19, Mungkinkah?

Baca juga: Perkuat Imun Tubuh, Santri PPPM Baitussalam Rutin Minum Empon-empon

 

Menurut H Basseng, terdapat dua sistem dalam instansi pendidikan dalam lingkungan LDII, yakni kurikulum pondok dan kurikulum sekolah. Bidang PUP mengidentifikasi enam aktor pendidikan yang berpotensi membentuk karakter.

“Keenam aktor ini yang perlu menyamakan persepsi dalam hal ini adalah; pengelola yayasan–penting memahami definisi pendidikan karakter, kepala sekolah, guru, pamong pendidikan–pelaku pendidikan yang perlu diberikan atribut, lalu tenaga sekolah, serta orang tua,” imbuhnya.

Basseng menekankan, mendidik bukan hanya tanggung jawab guru saja, semua yang berperan bergerak bersama menuju titik pendidikan karakter. “Nantinya diluncurkan ke publik pada tanggal 28 Oktober bertepatan dengan Sumpah Pemuda, sebagai perkenalan bahwa LDII memiliki kontribusi dalam membangun sumber daya manusia yang profesional religius,” pungkas H Basseng.

Bagaimana Platform Pondok Karakter Secara Teknis?

Pondok Karakter mirip platform edukasi lainnya, namun berbeda dari sisi materi. Bila platform edukasi memaparkan mata pelajaran, sementara Pondok Karakter lebih ke arah pengembangan karakter. Untuk materi, terdapat video-video pelatihan sebagai contoh, target pencapaian, dan artikel-artikel pendukung.




Baca juga: Cegah Covid-19, Warga LDII Kasihan Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Baca juga: LDII Mimika Ikuti Rakorwil LDII se-Papua dengan DPP LDII

 

Platform ini memiliki empat menu utama; Artikel, Pelatihan, Grup, dan Forum. Tetapi saat ini yang dapat dimanfaatkan adalah menu pelatihan. Di dalamnya terdapat panel pembagian kategori sesuai enam aktor pendidik. Pengguna bisa menekan tombol video pelatihan atau artikel berisi materi pengembangan karakter — setelah melakukan login dengan email dan password yang di-verifikasi oleh admin. Jika belum memiliki akun, maka pengguna baru akan diarahkan dulu ke halaman login.

Materi-materi seterusnya akan bertambah sesuai kebutuhan tiap kategori. “Instansi-instansi elemen pendidikan bisa ikut mengisi konten untuk Pondok Karakter ini,” kata Thonang Effendi pembina tim yang turut merancang platform Pondok Karakter. “Keunggulannya adalah adanya fasilitas social learning sehingga transfer knowledge berlangsung cepat,” tutupnya. (SA/LINES).

Komentar

News Feed