oleh

Perkuat Imun Tubuh, Santri PPPM Baitussalam Rutin Minum Empon-empon

YOGYAKARTA, LINES.id – Santri Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Baitussalam Daengan Yogyakarta rutin meminum empon-empon untuk memperkuat sistem imun tubuh. Para santri rutin meminum empon-empon setiap satu minggu sekali pada hari minggu. Selain itu, sebagai penunjang gizi para santri juga diberikan air susu murni setiap satu minggu sekali pada hari kamis. Pemberian empon-empon dan susu tersebut untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh para santri.

Hal tersebut mengingat kegiatan para santri cukup padat, terlebih santri yang juga berstatus pelajar maka santri mempunyai memiliki kegiatan yang cukup padat. Tentu dengan adanya tugas sekolah yang harus diselesaikan dan mengikuti kegiatan di pondok. Pandemi Covid-19, santri yang juga berstatus pelajar pun belajar melalui daring dari pondok.

PPPM Baitussalam
Santri PPPM Baitussalam Daengan Yogyakarta rutin minum empon-empon untuk menjaga imunitas tubuh.

Menurut KBBI, empon-empon adalah rimpang yang digunakan sebagai ramuan tradisional di antaranya jahe, kunyit, temulawak dan sebagainya. Empon-empon dipercaya bisa menyembuhkan penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh.




Baca juga: Upacara Kemerdekaan PPPM Baitussalam Daengan Yogyakarta Berlangsung Khidmat

Baca juga: Pemerintah Gandeng Ormas Islam Cegah Covid-19, Mungkinkah?

 

Meningkatkan daya tahan tubuh merupakan salah satu cara untuk menangkal virus corona. Tidak hanya virus corona, sistem imun tubuh yang kuat juga dapat menangkal berbagai macam penyakit. Banyak cara yang dilakukan untuk memperkuat imun tubuh, di antaranya mengkonsumsi makanan bergizi, olahraga, istirahat yang cukup, mengelola stres dengan baik dan minum suplemen penunjang daya tahan tubuh seperti empon-empon.

Santri PPPM Baitussalam isolasi mandiri

Selain itu adanya pandemi, para santri tersebut melakukan isolasi mandiri. Dalam arti para santri tidak ada yang diperbolehkan keluar dari lingkungan pondok. Bahkan pada saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha tidak ada santri yang pulang ke rumahnya sekalipun jarak dekat dan masih area Kota Yogyakarta. Meski demikian, di dalam pondok tetap diterapkan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat untuk cuci tangan.

Isolasi mandiri yang dilakukan santri PPPM Baitussalam ini sejalan dengan yang disampaikan Penjabat Ketua Umum DPP LDII Ir H Chriswanto Santoso MSc. “Para ulama dan kyai dari berbagai pondok pesantren klasik di Indonesia dengan kajian fiqihnya, sangat memahami bagaimana karantina dilakukan dan mengatasi problem sosial kemasyarakatan akibat wabah,” papar Chriswanto.




Baca juga: Cegah Covid-19, Warga LDII Kasihan Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Baca juga: LDII Mimika Ikuti Rakorwil LDII se-Papua dengan DPP LDII

 

Chriswanto menambahkan, para ulama tak hanya memahami prinsip-prinsip karantina dalam la dharara wala dhirar; ‘tidak boleh berbuat mudarat dan hal yang menimbulkan mudarat’. “Mereka juga belajar dari sejarah bagaimana Rasulullah dan para khalifah menangani efek sosial ekonomi saat terjadi wabah,” jelasnya.

Lebih dari itu, umat Islam di Indonesia yang terhimpun dalam ormas-ormas Islam, memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan para ulama, atau para kyai. Dari ijma’ atau nasehat-nasehat mereka di pesantren, masjid, hingga majelis taklim tingkat RT/RW, umat Islam bisa mendapat pemahaman yang utuh mengenai mencegah Covid-19 tanpa ketakutan yang berlebihan.

Komentar

News Feed