oleh

WR 3 UNM Hadiri Pengukuhan Guru Besar Dosen UNNES

MAKASSAR, LINES.id – Prof Dr Rudi Hartono S S M Pd yang juga dosen Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Ketua serta pendiri Assosiasi Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris (APSBSI) dikukuhkan sebagai profesor bidang Ilmu Linguistik Penerjemahan, Rabu (16/9/2020).

Acara Pengukuhan Profesor dibuka secara resmi oleh Rektor UNNES, Prof Dr Fathur Rohman M Hum disusul pembacaan riwayat hidup oleh Dekan FBS UNNES. Sekitar 350 tamu undangan hadir dalam pengukuhan profesor tersebut yang dilaksanakan secara daring.

Terdiri dari senat, pejabat, majelis profesor, dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UNNES, kolega, dan keluarga. Salah satu undangan yang juga teman sejawat yang turut hadir adalah Sukardi Weda, yang juga Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM).

Prof Dr Rudi Hartono S S M Pd adalah salah seorang dosen dan pakar di bidang penerjemahan dan telah melahirkan sejumlah buku terkait dengan penerjemahan yang jumlahnya sekitar 50 buku, artikel ilmiah yang terpublikasi di sejumlah jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus, WoS, dan lain-lain.




Baca juga: Rektor UNM Melantik Pejabat dan Anggota Senat Fakultas

Baca juga: Kapolda Sulawesi Selatan Silaturahmi ke UNM

 

Ia telah memperoleh sejumlah HaKI di bidang Penerjemahan. Prof Rudi Hartono juga berpartisipasi aktif sebagai reviewer dan editor di sejumlah jurnal nasional dan internasional.

Pelopor dan pengembang IMOOC

Prof Rudi Hartono adalah pelopor dan pengembang “The Indonesian Massive Open Online Course (IMOOC): Technology for Autonomous Learning Modules for Participants in Indonesia“. Atas prestasinya tersebut, Prof Rudi Hartono memperoleh penghargaan dari RELO, Kedubes AS di Jakarta.

UNNES
Pengukuhan Prof Dr Rudi Hartono S S M Pd dikukuhkan sebagai profesor bidang Ilmu Linguistik Penerjemahan, Rabu (16/9/2020).

Dalam Pidato Pengukuhannya bertajuk “Online-Based Tripartite Cycle Model” (Model Penerjemahan Kolaboratif Berbasis Daring), Prof Dr Rudi Hartono mengatakan bahwa untuk menghasilkan terjemahan yang berkualitas membutuhkan ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang cukup.

Lebih lanjut Prof Rudi Hartono menambahkan bahwa dalam menerjemahkan sebuah teks, penerjemah dihadapkan dengan berbagai kendala bahasa, yakni tata kata, tata kalimat, dan tata bahasa serta tata tulis yang terkait dengan bahasa sumber dan bahasa sasaran.




Baca juga: Dua Mahasiswa dan Satu Alumni UNM Sabet Piala pada Pemilihan Duta Bahasa se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat 2020

Baca juga: Rektor UNM Membuka Orientasi Akademik Mahasiswa PPG UNM Batch IV 2020

 

“Dengan kemampuan penerjemah memahami tata kata, tata kalimat, tata bahasa, kompetensi linguistik, dan budaya, dapat menghasilkan terjemahan yang bermutu,”ujarnya.

Online-based Tripartite Cycle Model (TCM)

Rudi Hartono mengembangkan Online-based Tripartite Cycle Model (TCM) sejak 2012, kemudian dikembangkan pada tahun 2016, serta disempurnakan sejak 2018 dengan pemanfaatan teknologi.

Prof Rudi Hartono mengatakan model ini mengintegrasikan penulis, penerjemah, dan pembaca dengan menggunakan pendekatan inovatif dan sistemik untuk meningkatkan kualitas teks terjemahan.

“Dalam model tersebut, mereka, antara penulis dan penerjemah dapat berdiskusi dan bertatap muka, berkomunikasi melalui email, pesan WhatsApp, menelepon, atau melakukan dialog lewat Skype bahkan melakukan percakapan melalui platform terkini,” paparnya.




Baca juga: Mahasiswa UNM Juara 3 Debat Bahasa Inggris Disporseni Nasional 2020

Baca juga: Rektor UNM Lantik Pengurus 13 UKM UNM

 

Dalam sambutannya, sebelum menutup acara Prof Dr Fathur Rohman, yang juga Rektor UNNES, mengatakan profesor adalah salah satu SDM unggul untuk Indonesia maju karena profesor berkapasitas dan darmanya juga kompleks.

Prof Dr Fathur Rohman menambahkan bahwa ada 5 peran profesor bagi UNNES, yakni: mencapai visi universitas, menumbuhkan atmosfir akademik, mengembangkan keilmuan, mengembangkan inovasi pembelajaran dan penelitian, dan membangun komunitas ilmiah.

“Pohon cemara menjulang tinggi, tumbuh berjejer di taman. Selamat dan sukses, semoga tetap produktif,” tutupnya.

Komentar

News Feed