oleh

Belajar Kepemimpinan dari Kisah Matahari dan Angin

LINES.id – Mengenal lebih jauh apa yang disebut dengan kepemimpinan, kehidupan bertutur indah, tanpa keraguan. Contoh-contoh itu, memberikan pelajaran jelas adanya dua arus utama pemahaman dalam kepemimpinan.

Pertama, arus orang-orang yang mengaku dirinya sebagai pemimpin. Yaitu orang-orang yang punya kedudukan atau jabatan. Orang-orang ini tidak punya kapabilitas untuk memimpin, tetapi karena kedudukan dia harus melakukan apa yang disebut memimpin.

Mereka memberikan perintah, memberikan arahan dan membuat keputusan. Mereka didengar, mereka dihormati, tetapi sebenarnya semu. Mereka menganggap dirinya sebagai pemimpin. Dan merasa bisa memimpin. Termasuk dalam golongan ini adalah orang yang over confidence dalam hal kepemimpinan.




Baca juga: Belajar Kepemimpinan dari Kupu-kupu

Baca juga: Hadapi Wabah, Jangan Sombong dan Jangan Meremehkan

 

Dia suka ngatur dan berlagak layaknya seorang pemimpin. Hal ini bisa dilihat di sekitar kita. Banyak orang di masyarakat kita menjadi layaknya pemimpin. Semua mau mengatur. Semua mau didengar. Semua mau dihormat. Tak ada yang mau diatur, menghormat dan sedikit mendengarkan.

Arus kedua, adalah yang berada di seberangnya, yaitu orang-orang yang tidak merasa atau bercita-cita menjadi pemimpin. Merasa tidak pantas jadi pemimpin. Merasa tidak ingin menjadi pemimpin. Bahkan mencap dirinya sebagai abdi.

Sebab dia bukan pejabat, tidak punya kedudukan ataupun silsilah keturunan. Merasa menjadi bawahan terus, minta dibimbing terus dan diurusi terus. Orang-orang semacam ini punya problem kepercayaan diri. Termasuk dalam golongan ini adalah orang-orang yang minta diperhatikan terus. Diemong terus. Dan tak pernah cukup, dengan bebagai alasan.

Mentalitas seperti ini banyak tersebar…

Komentar

News Feed