oleh

Hadiri Diskusi Bersama Wakil Ketua MPR RI, Pj Ketum LDII Paparkan Kemandirian Ekonomi Umat

JAKARTA, LINES.id – Pimpinan ormas Islam, sebagian tokoh agama dan masyarakat menghadiri undangan diskusi bersama Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan, Jumat (11/9/2020). Diskusi seputar kebangsaan dilaksanakan di kediamannya, Rumah Dinas Wakil MPR di Jakarta.

Diskusi dimulai dengan pemaparan dinamika global terkait perang dagang China dan Amerika Serikat, normalisasi hubungan diplomatik Uni Emirat Arab dan Israel, serta isu strategis global lainnya.

Selain itu, juga berbagai isu nasional yang menjadi tantangan bangsa dan umat ke depan, yang berdampak serius terhadap bangsa dan umat seperti pandemi Covid-19. Rancangan undang-undang kontroversional, dan isu lainnya.

Berbagai pimpinan ormas menanggapi isu yang terjadi. Begitu pula dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang diwakili oleh Penjabat Ketua Umum DPP LDII Ir H Chriswanto Santoso MSc. Menurut Chriswanto, Indonesia seperti pelanduk yang berada di antara dua gajah besar yang siap beradu antara China versus Amerika. Memihak manapun mudharatnya akan tetap ada. Harus ada langkah yang wajib dijalankan.




Baca juga: Hadiri Kampanye Jaga Jarak dan Pembagian Masker, LDII Balikpapan Serukan Disiplin 3M

Baca juga: Terima Audiensi, Plt Ketua MUI Gunungkidul Apresiasi Ekonomi Syariah yang Dikembangkan LDII

 

Kemandirian ekonomi umat Islam

Menurutnya, empat hal yang diperebutkan dunia ini sebenarnya energi, pangan, air, dan logam. Indonesia menjadi sumber material tanah jarang yang menjadi bahan senjata serta teknologi tingkat tinggi.

“Dari apa yang diperebutkan, kita harus membangun strategi kemandirian dalam rangka penguasaan empat hal penting itu baik untuk Indonesia dan umat Islam,” ucapnya.

Semua ormas-ormas Islam harus membangun kemandirian umat Islam dengan kompak. Sumberdaya manusia harus dipersiapkan untuk menguasai teknologi dan ilmu yang bisa menguasai empat hal itu. Chriswanto menilai, umat Islam dalam membangun kemandirian masih kurang kompak.

Padahal umat Islam di Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Umat Islam punya basis ekonomi masjid, jika ekonomi berbasis masjid dibangun dengan akumulasi akan menjadi kekuatan besar. Usaha Kegiatan Mikro (UKM) syariah juga di fasilitasi agar tidak berkompetisi sendirian.

”Kita fasilitasi untuk terjadi partnership di antara yang kecil seperti One village One Program. Yang punya kewenangan mengelola itu ayo kita buat bersama,” imbuhnya.

Selain kemandirian ekonomi, Chriswanto…

Komentar

News Feed