oleh

Tujuh Pengertian Sabar dalam Menghadapi Wabah

LINES.id – Tidak seorang pun tetap bersabar dengan terus berdiam diri (tinggal) di tanah/negara di mana tha’un (wabah) telah terjangkit dan menganggap bahwa tidak ada yang akan menimpanya kecuali apa yang Allah telah tetapkan baginya, melainkan baginya pahala seperti orang yang mati syahid.

Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits yang sungguh mempesona, pas untuk situasi sekarang. Tinggal bagaimana kita membangun perspektif yang sempurna untuknya.

Berikut selengkapnya.

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ، أَخْبَرَنَا حَبَّانُ، حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي الْفُرَاتِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ، عَنْ عَائِشَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهَا أَخْبَرَتْنَا أَنَّهَا سَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الطَّاعُونِ فَأَخْبَرَهَا نَبِيُّ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا، يَعْلَمُ أَنَّهُ لَنْ يُصِيبَهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ ‏”‏‏.‏ تَابَعَهُ النَّضْرُ عَنْ دَاوُدَ‏.‏

Dari Aisyah – istri Nabi SAW – sesungguhnya dia mengabarkan bahwasanya dia bertanya kepada Rasulullah SAW dari masalah tha’un, maka Nabi SAW mengabarkan kepadanya bahwa tha’un (wabah) adalah siksaan (hukuman) yang Allah kirimkan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, tetapi Allah menjadikannya rohmat/berkah bagi orang-orang yang beriman.




Baca juga: Kisah Umar bin Khatab Saat Sahabat Berselisih Pendapat Hadapi Wabah Tha’un

Baca juga: Wabah Tha’un, Tidak Ada Penyakit Menular

 

Hadits di atas dimuat di dalam Kitab mengenai Obat-obatan dengan bab berjudul “pahalanya orang yang sabar di dalam menghadapi tha’un”. Benang merah yang bisa ditarik dari dalil ini adalah kesabaran dalam menghadapi wabah ini. Jadi kesabaran inilah yang membuahkan predikat pahala mati syahid. Dan dari definisi sabar inilah yang perlu diterawang lebih lanjut. Sebab banyak yang mengartikan sabar bukan pada tempatnya. Dan banyak orang yang ternyata tidak sabar, walau sudah mengucapkan istirja.

Penjelasan pengertian sabar

Beberapa tambahan penjelasan sabar berikut ini barangkali bisa membantu melengkapi pemahaman yang sudah ada. Tidak perlu dihafal, cukup dimengerti saja dan introspeksi.

Pertama, sabar adalah menunda respon untuk beberapa saat sampai benar-benar merasa tenang dan pikiran dapat berfungsi kembali dengan baik. Dengan demikian sabar akan mengasah kecerdasan, terutama dalam menghadapi situasi sulit dan amarah.

Kedua, sabar adalah menyatukan badan dan pikiran di satu tempat. Anda tidak akan bisa sabar karena badan Anda di rumah sedangkan pikiran Anda berada di kantor. Menyatukan badan dan pikiran membuat tenang dalam menghadapi suatu masalah.




Baca juga: Besarnya Pahala Bersama Besarnya Cobaan Covid-19

Baca juga: Tak Selalu Suram, Petik Hikmah di Balik Corona

 

Ketiga, sabar merupakan kata kerja aktif, bukan pasif. Sabar sering ditafsirkan dengan berdiam diri dan berpangku tangan. Definisi sabar yang benar, jika mengalami kegagalan, berupaya mencoba lagi untuk bangkit, lagi dan lagi.

Keempat, sabar adalah melakukan satu hal di satu waktu, satu tempat. Artinya mindfulness, mencurahkan perhatian sepenuhnya pada apapun yang sedang dilakukan, seperti tidak lupa makanan apa yang sedang disantap ketika sarapan.

Kelima, sabar adalah menikmati proses tanpa terganggu pada hasil akhirnya. Contohnya, para penggemar bola, dimana mereka merasa sangat berbahagia ketika menonton pertandingan itu bukan sekadar mengetahui hasil akhirnya.

Keenam, sabar adalah menyesuaikan tempo kita dengan tempo orang lain dan bukannya mengharapkan orang lain yang menyesuaikan.

Ketujuh, sabar adalah hidup selaras dengan hukum alam. Mari lihat saja bagaimana alam berproses dan bagaimana kesabaran bisa menyapa dan menikmatinya.

 

 

Faizunal A. Abdillah
Pemerhati lingkungan – Warga LDII Kabupaten Tangerang

Komentar

News Feed