oleh

Tokoh Pemikir Sekaligus Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo Meninggal Dunia, Ketua LDII Sulbar Ucapkan Belasungkawa

JAKARTA, LINES.id – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Ir H Prasetyo Sunaryo MT yang sekaligus koordinator think tank DPP LDII meninggal dunia pukul 19.40 WIB, Jumat (31/7/2020).

Prasetyo Sunaryo meninggal dunia dalam usia 72 tahun di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Jakarta Pusat. Prasetyo Sunaryo merupakan tokoh LDII yang dekat dengan wartawan dan merupakan tokoh di balik langkah-langkah strategis DPP LDII.

“Kepada almarhum, kami turut berduka cita. Semoga khusnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran,” ucap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Sulawesi Barat Rianto SPdI melalui pesan WhatsApp kepada Lines.id.

Rianto menambahkan, almarhum adalah seseorang yang berwawasan luas, penggagas ide dan pemikir. Sudah banyak ilmu pengetahuan yang telah diberikan oleh almarhum.

“Tentu ini menjadi bekal bagi generasi muda LDII dalam pengembangan ilmu yang dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari hari dalam menghadapi zaman yang semakin maju. Saya mengajak kepada generasi muda LDII, untuk dapat melanjutkan misi beliau pada masa masa yang akan datang,” kata Rianto.

Kontribusi Prasetyo Sunaryo di LDII

Prasetyo Sunaryo merupakan tokoh di balik kerja sama LDII dengan lembaga-lembaga di Jepang dan kedutaan besar negeri tetangga. Ia pencetus ‘Ayo Hormati Guru’ bersama almarhum Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam.

Ia pula yang mempertemukan UMKM se-Asia Tenggara dalam acara konferensi UMKM ASEAN pada 2015. Jerih payahnya itu berhasil mempertemukan UMKM di negara-negara ASEAN untuk saling bekerja sama.




Baca juga: Ketua Umum DPP LDII Prof Dr Ir KH Abdullah Syam Meninggal Dunia

Baca juga: Peduli Korban Banjir Masamba, LDII Sulteng Salurkan Bantuan

 

Ia selalu mengingatkan, UMKM di Asia Tenggara harus saling bekerja sama bukan bersaing, sehingga saling menguatkan dalam menghadapi produk-produk global.

“Saling menyuplai bahan sehingga yang tercipta iklim bisnis kerja sama bukan kompetisi, agar makin kompetitif di pasar global. Kolaborasi menjadi kunci,” ujarnya.

Pada Musyawarah Nasional (Munas) DPP LDII pada 2005, ia mendorong masuknya anak-anak muda di bawah usia 30 tahun dari berbagai profesi dan disiplin ilmu.

Hal tersebut, didasari pemikirannya, agar gerak organisasi semakin lincah dalam era yang semakin digital. Sekaligus membangun sistem pengkaderan, agar para generasi muda LDII bisa belajar banyak dari para senior mereka, dalam menggerakkan organisasi sekaligus menghadapi dinamika perubahan zaman.




Baca juga: LDII Minta Pemerintah Fokus Ketahanan Pangan dan Beri Perlindungan pada Petani

Baca juga: Bagikan Daging Kurban dengan Besek, LDII Bali Dukung Kurangi Sampah Plastik

 

Ia juga mendorong lahirnya Majalah Nuansa Persada, LDII News Network (LINES), LDII TV, dan Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara.

Delapan bidang LDII

Dalam lima tahun terakhir, Prasetyo Sunaryo mendorong DPP LDII untuk fokus kepada delapan bidang pengabdian, sebagai respon LDII terhadap dinamika global. Yakni wawasan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan dan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, energi terbarukan, dan teknologi digital.

Delapan klaster tersebut didorong DPP LDII untuk dilaksanakan hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII, sebagai respon LDII terhadap kondisi global yang mengalami berbagai krisis, di antaranya pangan, energi dan air.

Prasetyo Sunaryo juga menjadi tokoh yang perhatian terhadap bidang kemandirian generasi muda, yang merupakan salah satu ijtima para ulama LDII, untuk mewujudkan generasi Tri Sukses (alim-faqih, berakhlak mulia, dan mandiri).

Bahkan ia mendorong kemandirian energi, pangan, dan air dengan terus mendorong pemerintah dan DPR, memandang energi sebagai kebutuhan pokok, bersama sandang, pangan, dan papan.

Menjelang akhir hayatnya, Prasetyo Sunaryo…

Komentar

News Feed