oleh

WHO: Penyebaran Virus Corona Melalui Udara Sejauh Dua Meter

JAKARTA, LINES.id –  Baru-baru ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengkonfirmasi penyebaran virus corona bisa terjadi melalui udara atau airborne sejauh dua meter.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah sebuah publikasi yang ditandatangani oleh 239 ilmuwan. Mereka mendesak WHO untuk lebih terbuka soal penyebaran virus yang mungkin berasal dari tetesan cairan yang mengambang di udara.

Meski begitu, WHO belum secara resmi mengeluarkan pernyataan bahwa virus serupa SARS itu, yang telah menginfeksi lebih dari 12,6 juta orang di seluruh dunia ini, bisa menular melalui udara.




Baca juga: Pandemi Covid-19, Momen Tepat Pemda Kembangkan Transaksi Digital

Baca juga: Satukan Misi, LPkM UMI Bekali Dosen Supervisi KKN Tematik Covid-19

 

WHO menuturkan masih terus mempelajari semua temuan para ilmuwan yang menyatakan Covid-19 bisa menyebar melalui udara.

Kepala Urusan Teknis WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan pihaknya masih terus mempelajari penemuan baru tentang karakter virus Covid-19.

Corona tak hilang dalam waktu dekat

Dilansir CNN Indonesia, Organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu juga menuturkan. Masyarakat global kemungkinan tidak dapat memberantas pandemi virus corona (Covid-19) dalam waktu dekat.

“Dalam situasi kita saat ini, sangat tidak mungkin bahwa kita dapat memberantas atau menghilangkan virus ini. Ada lingkungan tertentu hal itu [bebas Covid-19] bisa terjadi – di negara kepulauan dan tempat lain-, namun bahkan mereka berisiko [kasus] impor lagi,” kata Direktur Eksekutif Program Kesehatan Darurat WHO, Dr Mike Ryan, dalam jumpa pers di Jenewa pada Jumat (10/7/2020).




Baca juga: Masjid Binaan LDII Gunungkidul Lulus Verifikasi Protokol Kesehatan Covid-19

Baca juga: Kabar Baik! Antivirus Corona Made In RI Resmi Dipatenkan

 

Ryan mengatakan beberapa negara mungkin berhasil mencapai dan mempertahankan nihil kasus Covid-19. Namun, risiko penularan corona dari luar negeri, paparnya, akan tetap ada.

“Selalu ada risiko kemunculan kasus baru. Penularan terjadi bisa kasus tunggal, sporadis, yang mungkin masih dapat dengan mudah diisolasi. Tapi pola yang lebih mengkhawatirkan adalah kasus penularan corona dalam kelompok besar di mana banyak orang berkumpul,” ujar Ryan.

WHO pun turut mengingatkan potensi gelombang baru penularan Covid-19 meski tren kasus sudah menurun di sejumlah kawasan dan negara.

Komentar

News Feed