oleh

Kreuz, Sepeda ‘Brompton’ Karya Anak Bangsa Kebanjiran Pesanan

BANDUNG, LINES.id – Sepeda saat ini banyak digandrungi oleh berbagai kalangan di tanah air. Tak terkecuali sepeda lipat seperti Brompton.

Namun, harganya yang selangit membuat sepeda buatan Inggris itu tak banyak dimiliki masyarakat Indonesia. Tapi tak perlu khawatir. Sebab saat ini sudah ada sepeda serupa yang kualitasnya tak kalah bagus.

Kreuz. Dilansir detikcom, itulah nama sepeda buatan anak muda Bandung. Sekilas, sepeda ini sama seperti Brompton. Harga sepeda inipun cukup terjangkau hingga masyarakat tak perlu merogoh kocek dalam hingga puluhan juta rupiah.

“Untuk framenya saja kita jual Rp 3,5 juta. Tapi kalau mau sampai jadi sepeda, kisaran Rp 8-10 juta,” ucap Yudi Yudiantara salah seorang owner dari Kreuz saat ditemui di workshopnya, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Minggu (28/6/2020).




Baca juga: Toymin, Toyota Agya yang Disulap Jadi Morris Mini

Baca juga: Toyota Rush Semakin Murah, Versi ‘Konde’ di Bawah Rp 100 Juta

 

Awal mula Kreuz

Yudi bercerita awal mula mencetuskan ide untuk membuat sepeda lipat. Menurut Yudi, awalnya dia justru hanya membuat pannier atau tas sepeda.

“Lalu kita ikut even sepeda lipat tahun 2019. Banyak yang pakai sepeda Brompton. Saat itu, display produk kita pakai itu (sepeda Brompton),” kata Yudi.

Display produk tas dengan sepeda Brompton itu dirasa cocok. Yudi lantas terpikir ide untuk membuat sepeda serupa. Dia pun lantas mengajak teman-temannya untuk sama-sama membuat sepeda tersebut.

Hingga akhirnya pada Desember 2019, Yudi mulai membuat prototype sepeda Brompton tersebut. Sebulan lebih proses produksi, akhir Januari, prototype itupun selesai.




Baca juga: Bergulir Lagi! Ini Dia Jadwal Terbaru MotoGP 2020

Baca juga: Ini Dia Jersey Teranyar Timnas Indonesia Produksi Mills

 

“Kita lalu dapat pinjaman Brompton, kita lihat detailnya sepertj apa. Begitu Februari, kita test ride ke Jawa ke Surabaya hingga Solo,” katanya.

Yudi pun menunjukkan sepeda itu ke komunitas sepeda di Solo. Bahkan, dia seperti memperesentasikan hasil karyanya itu. Yudi tak menyangka, hal itu justru mengundang animo komunitas sepeda akan karyanya.

“Kita dapat animo yang sangat besar di situ. Malah anak-anak Solo ada yang langsung pesan,” tuturnya.

Nama Kreuz sendiri memiliki berbagai arti. Secara harfiah, Kreuz merupakan bahasa Jerman yang artinya melintas. Yudi menjelaskan mengenai nama itu. Menurutnya, pembuat sepeda Kreuz masing-masing memiliki latar belakang yang berbeda-beda.




Baca juga: Persinas ASAD Bali Hadiri Komsos Kreatif Kodam IX Udayana TA 2020

Baca juga: Mengenal Jejak Kurniawan Dwi Yulianto ‘Si Kurus’ Pemain Timnas Indonesia

 

“Saya di industri kreatif, temen saya di konveksi. Jadi melintas zona nyaman lah,” ujarnya.

“Atau Kreuz bisa diartikan Bahasa Sunda ‘Kareeus’ yang artinya kebanggaan atau bisa ‘Kreuz’ itu kreasi orang Sunda,” kata Yudi menambahkan.

Komentar

News Feed