oleh

Kabar Baik, 14 Sampel Swab PCR RSUD M Yunus Bengkulu Dinyatakan Negatif

BENGKULU, LINES.id – Kepala Dinas Kesehatan Provisi Bengkulu Herwan Atoni menyatakan dari pemeriksaan 14 sampel swab yang dilakukan di laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) RSUD M. Yunus Bengkulu, semuanya dinyatakan negatif.

“Kita sudah menjalankan pemeriksaan PCR pada 14 sampel. Rinciannya sebanyak 11 sampel baru dan tiga lainnya merupakan sampel evaluasi yang diperiksa kembali. Dari 14 sampel tersebut alhamdulillah semua hasilnya negatif,” papar Herwa.

Ia menambahkan, pemeriksaan dengan PCR ini memang memakan waktu lebih lama dari rapid test. Sehingga sampel-sampel yang diambil tersebut harus menunggu pemeriksaan.

Baca juga: Update Covid-19 Bengkulu: 67 Positif, 1 Sembuh, dan 2 Meninggal

Baca juga: Sepi Job, Ratusan Seniman Kota Bengkulu Terima Bantuan dari Pemprov

 

“Pemeriksaan untuk empat sampel memakan waktu 1,5 jam. Ini juga kami masih mengusulkan penambahan catridge dan itu masih menunggu pengiriman dari pusat,” tambah Herwan.

Pemeriksaan swab dengan PCR ini dilakukan oleh tim gabungan dari RSUD M.Yunus, RS. Bhayangkara dan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Dengan adanya PCR mandiri pemeriksaan swab akan lebih cepat dan efisien bila dibandingkn harus mengirimkan sampel ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang dan Laboratorium Universitas Andalas (Unand).

Disisi lain, berdasarkan update terbaru perkembangan Covid-19 di Provinsi Bengkulu yang disampaikan Juru Bicara Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Bengkul, Jaduliwan diketahui hari ini, Rabu (20/5/2020) ada penambahan 6 kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Baca juga: Wagub Bengkulu Apresiasi Bantuan dari BMPB Jabodetabek

Baca juga: Kasus Covid-19 di Provinsi Bengkulu, Hasil Rapid Test 1 Orang Reaktif

 

“Hari ini ada tambahan 6 kasus ODP, rinciannya 1 kasus di Kepahiang, 3 kasus di Rejang Lebong, 1 kasus di Bengkulu Tengah dan 1 kasus Mukomuko. Sementara untuk PDP dan kasus konfirmasi positif Covid-19 tidak ada,” demikian Jaduliwan.

Komentar

News Feed