oleh

PB PON Papua Harap Tak Semua Anggaran Dipangkas

JAYAPURA, LINES.id – Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua memaklumi jika sebagian anggaran iven empat tahunan itu mesti terpangkas untuk membiayai penangulangan Covid-19 di bumi cenderawasih.

Kendati demikian, PB PON Papua berharap tak seluruh anggaran dipotong sebab meski pelaksanaan agenda nasional itu digeser ke tahun depan, tahapan persiapan tetap mesti bergulir sejak saat ini.

“Memang kita akui PON ditunda ke tahun depan tapi bukan berarti anggaran juga dipangkas dan dialihkan ke kegiatan lain”.

“Karena ada tahapan-tahapan yang harus dikerjakan oleh PB PON Papua sehingga kalau menunggu tahun depan dimulai kita khawatir justru tidak maksimal persiapannya,” kata Ketua Harian PB PON Papua Yunus Wonda, usai rapat koordinasi terkait penyusunan ulang stuktur anggaran PB PON Papua, Kamis (30/4/2020), di Jayapura.

Baca juga: Kemendagri Bangun Komunikasi dengan Pemda Agar APBD Tahun Anggaran 2020 Tepat Waktu

Baca juga: Gubernur Jatim Sebut Peringatan May Day 2020 Diselimuti Keprihatinan

Ia katakan, tahapan persiapan PON menyangkut penyediaan peralatan akan tetap berjalan seperti biasa. Sebab sejumlah peralatan harus dipesan dari luar negeri, belum lagi proses pengantarannya yang memakan waktu empat hingga tujuh bulan.

“Belum lagi tidak ada jaminan bahwa APBD 2021 mulai pada Januari. Biasanya berjalan normal pada April sehingga dengan waktu yang sedikit itu justru persiapan jadi kurang maksimal,” katanya.

Meski begitu, Yunus mengaku tak bermasalah bila masalah Covid-19 tak dapat ditangani dengan anggaran lain-lain. Namun demikian dia berharap jika masalah Covid-19 dapat ditangani dari pos lain, tak mesti jika memotong seluruh anggaran PON yang ada.

Diketahui, PB PON Papua kini mulai menyusun ulang struktur anggaran pada masing-masing bidang, setelah Presiden Jokowi mengumumkan penundaan PON ke Oktober 2021.

Saat ini proses pengadaan peralatan maupun pertandingan oleh PB PON sementara dihentikan, lantaran adanya pembatasan sosial di tengah pandemi corona.

Komentar

News Feed