oleh

Kesalahan Sepele Orangtua yang Menghalangi Terbentuknya Kesabaran Anak

LINES.id – Kesabaran adalah kemampuan untuk menilai benar atau salahnya sesuatu dan mengendalikan perilaku diri sebelum bertindak sesuai dengan keinginana hati.

Anak yang tumbuh dengan kesabaran yang baik cenderung memiliki kemampuan belajar dan pergaulan dengan teman sebaya yang lebih luwes dan lancar.

Tetapi tahukan Anda, kesabaran yang membuat anak tumbuh dengan lebih cerdas dan sehat, juga dipengaruhi oleh perilaku sehari-hari orangtua?

1. Jangan mengingkari janji yang Anda buat, sekecil apapun itu!

Anak: “Ayah, PR-ku udah selesai. Ayo kita main sepeda di luar!”
Ayah: “Sekarang sudah terlalu malam. Besok aja ya kalau ada waktu.”

Jawaban seharusnya,
Ayah: “Sekarang sudah terlalu malam. Hari ini naik sepedanya 10 menit aja ya dan kita pulang pagian.”

2. Jangan menekan anak dengan ekspektasi Anda!

Anak: “Bunda.. aku gak tahu jawabannya..”
Bunda: “Lho tempo hari kamu bisa kan. Ayo coba lagi”

Jawaban seharusnya,
Bunda: ” Yuk kita pecahkan sama-sama.”

3. Jangan melakukan apa saja demi anak

Anak: “Bunda! Sikatin.”
Bunda: “Bawa sini. Bunda sikatin ya.”

Jawaban seharusnya,
Bunda: “Bunda bantu sedikit. Sisanya adek sikat sendiri ya.”

4. Jangan menanggapi semua emosi anak dengan berlebihan!

Anak: “Pergi sana!” (saat kakak bermain dengan adiknya)
Bunda: “Adik bikin kamu kesal ya. Sini sayang… cup cup. Kenapa kamu kesal sama adik?”

Jawaban seharusnya,
Bunda: “Kamu tidak boleh mendorong adik.”

5. Jangan merebut kesempatan meskipun anak terlihat belum terampil!

Anak: ” Aku juga mau kasih minum tanaman seperti Bunda!”
Bunda: “Tanaman itu ga boleh dikasih air terlalu banyak. Sini. Bunda aja yang kasih.”

Jawaban seharusnya,
Bunda: “Tanaman itu kalau minum air terlalu banyak bisa sakit perut. Lain kali kasih airnya sedikit saya ya..”

6. Jangan terlalu menekankan anak untuk selalu bersabar!

Anak: “Ayah! Takut suntik! Aku gak mau disuntik!
Ayah: “Takut apaan. Kamu mesti tahan, biar sakitmu sembuh.”

Jawaban seharusnya,
Ayah: “Dulu waktu Ayah masih kecil, Ayah juga takut suntik. Tapi gak apa-apa, meskipun kamu takut, Ayah akan mendampingi kamu.”

7. Jangan mengekpresikan ketidakpastian saat harus membuat anak menunggu!

Anak: “Ayah, ayo main robot!”
Ayah: “Sekarang Ayah sibuk. Nanti aja ya. Kamu main di situ dulu.”

Jawaban seharusnya,
Ayah: “Sekarang Ayah sibuk. Ayah perbaiki dulu satu kursi ini, terus kita main sama-sama ya.”

 

Meskipun dalam waktu yang singkat dan sepele, saat si kecil berhasil melakukan sesuatu, berilah pujian dan dorongan semangat.

Pengalaman anak untuk merasakan buah dari kesabaran dan kegigihannya akan lebih manis dan membahagiakan. Si kecil akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas.

 

Komentar

News Feed