oleh

Pasanggiri Persinas ASAD Putri 2019: Bela Diri untuk Kesehatan dan Keamanan Diri

BANTUL, LINES.id – Dimana ada tubuh yang sehat disitu pula ada jiwa yang sehat. Moto itulah yang dijadikan semboyan Persinas ASAD (Ampuh Sehat Aman Damai) dalam menghidupkan olahraga bela diri. Minggu, 29 Desember 2019, Persinas ASAD kota Yogyakarta dan kabupaten Bantul menggelar Pasanggiri bela diri pencak silat persinas ASAD khusus putri di Gedung PPG, Gonjen, Tamantirto, Kasihan, Bantul.

Peserta yang ikut sebanyak 200 atlet Pasanggiri yang berasal dari beberapa kontingen sebagian wilayah kota Yogyakarta dan sebagian wilayah Bantul. Pasanggiri dengan kategori berkelompok dibagi menjadi 4 golongan usia yaitu pra remaja usia 12-14 tahun, remaja 14-17 tahun, dewasa 17-35 tahun dan pembina 35-60 tahun.

Acara ini dibuka oleh Pembina ASAD Provinsi DIY, Drs. H. Sudayat yang ditandai dengan pemukulan gong. Dalam sambutannya, Sudayat menyampaikan bahwa olah raga bela diri seperti ini banyak manfaatnya. Selain menjadikan badan sehat, juga dapat menjaga keamanan dan melindungi diri sendiri apabila sewaktu-waktu ada tindak kejahatan yang membahayakan diri dan hartanya.

Menurut Ketua Panitia, Wabud Winarto, acara ini merupakan Pasanggiri kedua, yang mana acara pertama dilaksanakan tahun 2018 di Padepokan Persinas ASAD di Pulokadang, Jetis, Bantul.

Penampil terbaik

Berdasarkan penilaian dewan juri, diperolah penampil terbaik 1 sampai 3 berdasarkan golongan usia masing-masing.  Usia pra remaja, penampil terbaik 1, 2 dan 3 berturut-turut kontingen dari  Tamantirto, Sewon dan Gamping. Usia remaja, penampil terbaik 1, 2 dan 3 berturut-turut kontingen dari Manteijeron, Tamantirto dan Sewon.

Usia dewasa, penampil terbaik 1, 2 dan 3 berturut-turut kontingen dari Pondok Baitussalam Mantrijeron,  Banguntapan dan Mantrijeron. Usia pembina, penampil terbaik 1, 2 dan 3 berturut-turut kontingen dari  Tamantirto, Banguntapan dan Sewon. Sebagai juara umum diraih kontingen dari Tamantirto.

Kontingen Tamantirto terpilih sebagai juara umum penampil terbaik

Setelah pembagian hadiah berupa piala dan uang pembinaan, acara ditutup oleh H. Suhardi, Wakil Pembina Persinas ASAD DIY. “Di akhir zaman, banyak terjadi gangguan, kejahatan dan kekerasan, sehingga setiap orang harus memiliki keamanan mandiri. Dibutuhkan kemampuan bela diri dan minta perlindungan kepada Allah SWT untuk menjaga diri masing-masing,” tuturnya mengakhiri acara Pasanggiri.

Rencananya tahun 2020 akan diselenggarakan Pasanggiri khusus putra dengan tambahan golongan usia peserta. Selain golongan usia seperti pada tahun 2019 ini, juga ditambah golongan usia dini, usia 7-12 tahun dan usia istimewa, usia diatas 60 tahun.

Komentar

News Feed